Sunday, August 8, 2010

Benih Iman


الحمد الله رب العالمين والصلاة والسلام على نبيه الأنبياء والمرسلين،والهادي إلى صراط المستقيم، وعلى آله المكرمين وصحبة الكريم، ومن تبعهم بإحسن إلى يوم الدين  


 Sahel bin Abdullah at-Tsauri dikenali sebagai seorang yg soleh dan bijaksana. Kesolehannya bukan dtg sekelip mata tetapi telah dibina sejak kecil oleh bapa saudaranya..Sejak umur sahel tiga tahun lagi, bapa saudaranya Muhammad bin Siwar telah menanamkan asas tauhid dan keimanan ke dadanya..Diajarkannya kepada Sahel mengulang-gulang kalimah yang berbunyi:

اللهُ مَعِيْ، اللهُ نَاظِر إِلَي، اللهُ شَاهِدِي
 (ALLAH bersamaku, ALLAH melihatku, ALLAH menyaksikanku)

Dalam usia rebung, Sahel telah dibiasakan menyebut kalimah itu di dalam hati sebanyak tiga kali setiap kali dia berbaring hendak tidur..Kemudian bapa saudaranya menyuruh dia menambah kepada tujuh kali..Seterusnya Sahel diminta mengulang kalimah itu di dalam hati sebanyak sebelas kali menjelang tidur..Walaupun usianya terlalu muda, Sahel dapat merasakan ketenangan dengan menjadikan bacaan zikir dalam hati itu sebagai amalan harian setiap malam..

Waktu umurnya empat tahun, bapa saudaranya berpesan: "Wahai Sahel, jagalah baik2 apa yg pak cik ajarkan kepadamu itu dan amalkanlah sampai kamu masuk ke dalam kubur kerana ada manfaatnya bg kamu di dunia dan akhirat." Kata2 ini membuatkan Sahel tekun mengamalkan zikir itu.. Lebih2 lagi dia sendiri berasa terhibur dan lapang dada setiap kali mengamalkannya..

Kalimah yg diajarkan bapa saudaranya itu telah m'buatkan Sahel sentiasa ingat kepada ALLAH dan sentiasa terasa diperhatikan ALLAH.. Jiwanya telah disemai dgn benih keimanan yg cukup ampuh utk membenteng diri dari perbuatan terlarang.. Sepertimana kata bapa saudaranya pada suatu hari:

" Wahai Sahel, siapa yg ALLAH bersamanya, sentiasa memerhatikannya dan sentiasa menyaksikannya, apakah dia boleh berbuat maksiat lagi? jagalah dirimu dari maksiat."

~wALLAHu'alam~ 




Ya ALLAH!maafkan aku apa yang mereka tidak tahu tentang aku..dan jadikanlah aku lebih baik daripada apa yang mereka sangkakan..

Saturday, July 24, 2010

Permudahkanlah Ya ALLAH!


Bismillahirrahmanirrahim..

Tiga minggu berlalu..moga ALLAH terus memudahkan langkah ku untuk mengaut lautan ilmuNYA..Ameen=)

Subjek utk sem ini:

BM Lanjutan
Al-Madkhal ila Fiqh:Intro to Fiqh
Creative Thinking & Problem Solving
Fiqh Sirah:Reflections on Prophetic History
'Ulum al-Hadith:Sciences of Hadith
Tahfiz 
Study Circle


~3 minggu b'lari terlalu pantas..ana masih melangkah lesu..ah, dimanakah engkau wahai semangatku??~


footnote:Doakan ana dan sahabat2 untuk meneruskan perjuangan sem ini(^-~)


Naurah Ansorullah
Ghurfati(Mahallah Safiyyah)
24 Julai 2010
8:35am



Saturday, July 17, 2010

Kembali Berharap




Aku kembali berharap..
Disaat aku hilang kekuatan..
KAU kuatkan aku ya ALLAH Yang Maha Kuat..

Aku kembali berharap..
Ketika aku tersungkur..
Hulurkan bantuanMU untuk aku kembali bangkit..

Aku kembali berharap..
Tiap tribulasi yang mendatang..
Adalah penghapus seinfiniti dosa-dosaku..

Aku kembali berharap..
Cita-cita yang terlakar indah..
Dapat direalisasikan di bumi ini..

Dengan sesungguhnya aku berharap..
ALLAH, sentiasalah bersama denganku..
Sepanjang kembara ilmu ini..
Sebagai bekalan untuk kembali padaMU!



~ALLAH bersamamu ,ALLAH melihatmu,dan ALLAH menyaksikanmu..Engkau hamba ALLAH, DIA pasti tidak akan mengecewakanMU~ 

 

 **2 minggu dah berada di taman ilmu dan budi..inshALLAH next week kelas akan bermula!
tajdid niat..teruskan,teruskan dan teruskan kesungguhanmu hingga ke puncak kejayaan**



Naurah Ansorullah
Baiti Jannati
17 Julai 2010
11:15am

Saturday, July 3, 2010

Siapa Rumaysa?


Rumaysa atau lebih dikenali sebagai Ummu Sulaim adalah seorang wanita keturunan bangsawan dari kabilah Anshar suku Khazraj memiliki sifat keibuan dan berwajah manis menawan. Selain itu ia juga berotak cerdas penuh kehati-hatian dalam bersikap, dewasa dan berakhlak mulia, sehingga dengan sifat-sifatnya yang istimewa itulah seorang rijal yang bernama Malik bin Nadhar melirik dan menyuntingnya.Ummu Sulaim binti Milhan bin Khalid bin Zaid bin Malik adalah salah seorang dari wanita solehah yang memiliki kedudukan istimewa di mata Rasulullah.
Pada saat Rasululllah menyerukan dakwah menuju tauhid, tanpa keraguan lagi Ummu Sulaim langsung memeluk agama Islam, dan tidak peduli akan gangguan dan rintangan yang kelak akan dihadapinya dari masyarakat jahili paganis.
Namun suaminya, Malik bin Nadhir sangat marah saat mengetahui istrinya telah masuk Islam. Dengan dada gemuruh karena emosi, ia berkata pada Ummu Sulaim: "Engkau kini telah terperangkap dalam kemurtadan!"
"Saya tidak murtad. Justru saya kini telah beriman," jawab Ummu Sulaim dengan mantap. Dan kesungguhan Ummu Sulaim memeluk agama Allah tidak hanya sampai di situ. Ia juga tanpa bosan berusaha melatih anaknya, Anas, yang masih kecil untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.
Melihat kesungguhan istrinya serta pendiriannya yang tak mungkin tergoyahkan membuat Malik bin Nadhir bosan dan tak mampu mengendalikan amarahnya. Hingga ia kemudian bertekad untuk meninggalkan rumah dan tidak akan kembali sampai istrinya mahu kembali kepada agama nenek moyang mereka. Ia pun pergi dengan wajah suram. Sayangnya, di tengah jalan ia bertemu dengan musuhnya, kemudian ia dibunuh..
Saat mendengar kabar kematian suaminya dengan ketabahan yang mengagumkan ia berkata, "Saya akan tetap menyusui Anas sampai ia tak mahu menyusu lagi, dan  sekali-kali saya tak ingin menikah lagi sampai Anas menyuruhku."
Setelah Anas agak besar, Ummu Sulaim dengan malu-malu mendatangi Rasulullah dan meminta agar beliau bersedia menerima Anas sebagai pembantunya. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam pun menerima Anas dengan rasa gembira. Dan dari semua keputusannya itu, Ummu Sualim kemudian banyak dibicarakan orang dengan rasa kagum.
Dan seorang bangsawan bernama Abu Thalhah tak luput memperhatikan hal itu. Dengan rasa cinta dan kagum yang tak dapat disembunyikan tanpa banyak pertimbangan ia langsung melangkahkan kakinya ke rumah Ummu Sulaim untuk melamarnya dan menawarkan mahar yang mahal. Namun di luar dugaan, jawaban Ummu Sulaim membuat lidahnya menjadi kelu dan rasa kecewanya begitu menyesakkan dada, meski Ummu Sulaim berkata dengan sopan dan rasa hormat,
"Tidak selayaknya saya menikah dengan seorang musyrik, ketahuilah wahai Abu Thalhah bahwa sesembahanmu selama ini hanyalah sebuah patung yang dipahat oleh keluarga fulan. Dan apabila engkau mau menyulutnya api niscaya akan membakar dan menghanguskan patung-patung itu."
Perkataan Ummu Sulaim amat telak menghantam dadanya. Abu Thalhah  tak percaya dengan apa yang ia lihat dan ia dengar. Namun itu semua merupakan realita yang harus ia terima. Abu Thalhah bukanlah orang yang cepat putus asa. Dikarenakan cintanya yang tulus dan mendalam terhadap Ummu Sulaim, di lain kesempatan ia datang lagi menjumpai ibunda Anas dan mengiming-iming mahar yang lebih wah serta kehidupan kelas atas.
Sekali lagi, Ummu Sulaim muslimah yag cerdik dan pintar ini tetap teguh dengan keimanannya. Sedikit pun ia tidak tergoda oleh kenikmatan dunia yag dijanjikan oleh Abu Thalhah. Baginya kenikmatan Islam akan lebih langgeng daripada seluruh kenikmatan dunia. Masih dengan penolakanya yang halus ia menjawab, "Sesungguhnya saya tidak pantas menolak orang yang seperti engkau, wahai Abu Thalhah. Hanya sayang engkau seorang kafir dan saya seorang muslimah. Maka tak pantas bagiku menikah denganmu. Coba Anda tebak apa keinginan saya?"
"Engkau menginginkan dinar dan kenikmatan," kata Abu Thalhah. "Sedikitpun saya tidak menginginkan dinar dan kenikmatan. Yang saya inginkan hanya engkau segera memeluk agama Islam," tukas Ummu Sualim tandas.
"Tetapi saya tidak mengerti siapa yang akan menjadi pembimbingku?" Tanya Abu Thalhah. "tentu saja pembimbingmu adalah Rasululah sendiri," tegas Ummu Sulaim.
Maka Abu Thalhah pun bergegas pergi menjumpai Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam yang mana saat itu tengah duduk bersama para sahabatnya. Melihat kedatangan Abu Thalhah, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam berseru, "Abu Thalhah telah datang kepada kalian, dan cahaya Islam tampak pada kedua bola matanya."
Ketulusan hati Ummu Sulaim benar-benar terasa mengharukan relung-relung hati Abu Thalhah. Ummu Sulaim hanya akan mau dinikahi dengan keislamannya tanpa sedikitpun tegiur oleh kenikmatan yang dia janjikan. Wanita mana lagi yang lebih pantas menjadi istri dan ibu asuh anak-anaknya selain Ummu Sulaim? Hinnga tanpa terasa di hadapan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam lisan Abu Thalhah basah mengulang-ulang kalimat, "Saya mengikuti ajaran Anda, wahai Rasulullah. Saya bersaksi, bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusanNya."
Ummu Sulaim tersenyum haru dan berpaling kepada anaknya Ana, "Bangunlah wahai Anas."
Menikahlah Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah, sedangkan maharnya adalah keislaman suaminya. Hingga Tsabit –seorang perawi hadits- meriwayatkan dari Anas, "Sama sekali aku belum pernah mendengar seorang wanita yang maharnya lebih mulia dari Ummu Sulaim, yaitu keislaman suaminya." Selanjutnya mereka menjalani kehidupan rumah tangga yang damai dan sejahtera dalam naungan cahaya Islam.
Abu Thalhah sendiri adalah seorang konglomerat nomor satu dari kabilah Anshar. Dan harta yang paling dia cintai yaitu tanah perkebunan "Bairuha". Tanah perkebunan itu letaknya persis menghadap masjid. Dan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam sendiri pernah minum air segar yang ada di lokasi itu, sampai kemudian turun ayat yang berbunyi:
"Sekali-kali belum sampai pada kebaktian yang sempurna sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai." (Ali Imran:92)
Mendengar ayat ini, kontan Abu Thalhah menghadap Rasulullah. Setelah membacakan ayat tadi Abu Thalhah melanjutkan, "Dan sesungguhnya harta yang paling saya cintai adalah tanah perkebunan Bairuha. Saat ini tanah itu saya sedekahkan untuk Allah dengan harapan akan mendapatkan ganjaran kebaikan dari Allah kelak. Maka pergunakanlah sekehendak Anda, wahai Rasulullah."
Dan bersabdalah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, "Bakh, bakh itu adalah harta yang menguntungkan dan saya telah mendengar perkataanmu tentang harta itu dan saya sekarang berpendapat sebaiknya engkau bagi-bagikan tanah itu untuk keluarga kalian."
Abu Thalhah pun menuruti perintah Rasululah dan membagi-bagikan tanah itu kepada sanak familinya dan anak keturunan pamannya. Tak berapa lama Alah memuliakan seorang anak laki-laki kepada pasangan berbahagia itu dan diberi nama Abu Umair. Suatu kali burung kesayangan Abu Umair mati sehingga Abu Umair menangis dengan sedih. Saat itu lewatlah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam di hadapannya. Melihat kesedihan Abu Umair, Rasulullah segera menghibur dan bertanya, "Wahai Abu Umair apa gerangan yang diperbuat oleh burung kecil?"
Namun takdir Allah memang tak mampu diduga. Allah subhanahu wa ta’ala kembali ingin menguji kesabaran pasangan sabar ini. Tiba-tiba saja, bocah mungil mereka Abu Umair jatuh sakit sehingga ayah dan ibunya dibuat cemas dan repot. Padahal ia adalah putra kesayangan Abu Thalhah. Jika ia pulang dari pasar, yang pertama kali ditanyakan adalah kesehatan dan keadaan putranya dan ia belum mereasa tenang bila belum melihatnya. Tepat pada waktu sholat, Abu Thalhah pergi ke masjid. Tak lama setelah kepergiannya, putranya Abu Umair menghembuskan nafas terakhir.
Ummu Sulaim memang seorang ibu mukminah yang sabar. Ia menerima peristiwa itu dengan sabar dan tenang. Ummu Sulaim lantas menidurkan putranya di atas kasur dan berujar berulang-ulang, "Innaa lillahi wa inna ilaihi rrji’un." Dengan suara berbisik ia berkata kepada sanak keluarganya, "Jangan sekali-kali kalian memberitahukan perihal putranya pada Abu Thalhah sampai aku sendiri yang memberitahunya."
Sekembalinya Abu Thalhah, alhamdulillah, air mata kesayangan Ummu Sulaim telah mongering. Ia menyambut kedatangan suaminya dan siap menjawab pertanyaannya.
"Bagaimana keadaan putraku sekarang?"
"Dia lebih tenang dari biasanya." Jawab Ummu Sulaim dengan wajar.
Abu Thalhah merasa begitu letih hingga tak ada keinginan menengok putranya. Namun hatinya turut berbunga-bunga mengira putranya dalam keadaan sehat wal afiat. Ummu Sulaim pun menjamu suaminya dengan hidangan yang istimewa dan berdandan serta berhias dengan wangi-wangian, membuat Abu Thalhah tertarik dan mengajaknya tidur bersama.
Setelah suaminya terlelap, Ummu Sulaim memuji kepada Allah karena berhasil menentramkan suaminya perihal putranya, karena ia menyadari Abu Thalhah telah mengalami keletihan seharian, sehingga ia amembiarkan suaminya tertidur pulas.
Menjelang subuh, baru Ummu Sulaim berbicara pada suaminya, seraya bertanya, "Wahai Abu Thalhah apa pendapatmu bila ada sekelompok orang meminjamkan barang kepada tetangganya lantas ia meminta kembali haknya. Pantaskan jika si peminjam enggan mengembalikannya?"
"Tidak," jawab Abu Thalhah.
"Bagaimana jika si peminjam enggan mengembalikannya setelah menggunakannya?" "Wah, mereka benar-benar tidak waras," Abu Thalhah menukas.
"Demikian pula putramu. Allah meminjamkannya pada kita dan pemiliknya telah mengambilnya kembali. Relakanlah ia," kata Ummu Sulaim dengan tenang. Pada mulanya Abu Thalhah marah dan membentak, "Kenapa baru sekarang kau beritahu, dan membiarkan aku hingga aku ternoda (berhadats karena berhubungan suami istri)?"
Dengan rasa tabah Ummu Sulaim tak henti-henti mengingatkan suaminya hingga ia kembali istirja dan memuji Allah dengan hati yang tenang.
Pagi-pagi buta sebelum cahaya matahari kelihatan penuh, Abu Thalhah menjumpai Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan kejadian itu. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, "Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan barakah pada malam pengantin kalian berdua."
Benar saja Ummu Sulaim lantas mengandung lagi dan melahirkan seorang anak yang diberi nama Abdullah bin Thalhah oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Dan subhanallah barakahnya ternyata tak hanya sampai di situ. Abdullah kelak di kemudian hari memiliki tujuh orang putra yang semuanya hafizhul Qur’an. Keutamaan Ummu Sulaim tidak hanya itu, Allah subhanahu wa ta’ala juga pernah menurunkan ayat untuk pasangan suami istri itu dikarenakan suatu peristiwa. Sampau Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam menggembirakannya dengan janji surga dalam sabdanya
"Aku memasuki surga dan aku mendengar jalannya seseorang. Lantas aku bertanya "Siapakah ini?" Penghuni surga spontan menjawab "Ini adalah Rumaysa binti Milhan, ibu Anas bin Malik."
Selamat untukmu Ibunda Anas!

copied from:here



Tuesday, June 29, 2010

Menanti Detik Itu




Menanti detik itu bagai ingin luruh jantung ini..
Masakan tidak..
Setelah sekian lama kembara ilmu itu terhenti..
Aku perlu meneruskannya lagi..

Hati ini bagai belum rela memulakan perjalanan yang panjang..
Walau ku tahu..
Perjuanganku tak pernah terhenti..
Hingga rohku terpisah dari jasad..

"Berpenat lelahlah kerana sesungguhnya 
kesenangan itu selepas kepayahan..
jangan berdukacita kerana hidup ini meletihkan
kerana demikianlah hidup ini diciptakan.."
~Imam As-Syafie~

Ya ALLAH.. 
Bantulah aku untuk bangkit..
Meneruskan langkah perjuangan ini..
Jangan biarkan kesedihan ini menjadi penghalang perjuanganku..

Kurniakan ku ketabahan..
Cekalkan hatiku..
Dan pimpinlah..
Hingga mimpiku menjadi nyata..
Ameen Ya RABB!!

~ALLAH, inginku hentikan langkah ini bagai tak mampu untukku bertahan..semangat tenggelam, lemah daya..Haruskah aku mengalah? namun jiwa ku berbisik..inilah dugaan~



Saturday, June 26, 2010

Just For Niqobis





الحمد الله رب العالمين والصلاة والسلام على نبيه الأنبياء والمرسلين،والهادي إلى صراط المستقيم، وعلى آله المكرمين وصحبة الكريم، ومن تبعهم بإحسن إلى يوم الدين


Pakailah apa yg kamu rasakan baik utk dirimu dan yang boleh menggembirakan hati kekasihmu yaitu ALLAH..
berniqab la..
kerana ianya banyak mendatangkan kebaikan untukmu dan mampu mengawal tingkah dan lakumu..

di masa skrg ni,terlalu banyak fitnah2 yg di sebarkan oleh wanita2 berhijab...
mereka bertudung,
tetapi ada yg bebas bergaul dgn bukan muhrimnya,
mereka di tangkap khalwat,
mereka ke kelab malam,
menjual tubuh dan sebagainya,
semuanya telah di dedahkan oleh akhbar2
dalam diri mereka sudah tiada perasaan malu pada manusia apatah lagi kepada tuhan..

ada baiknya kamu tetap dgn niqab kamu..
dan jika ada org lain yg membahaskan bahawa niqab itu tidak wajib dan sebagainya,abaikan saja pendapat itu dan biarkan ia berlalu dari mengganggumu untuk beristiqamah..

tetaplah dgn niqabmu..
ALLAH lebih memahami kamu..

tetaplah dgn niqabmu..
kerana ia menggambarkan yg kamu masih ada sifat malu..

dan niqabmu itulah yg menzahirkan rasa malumu..
 
~فإذا عزمت فتوكل على الله~
 

Sunday, June 20, 2010

Ada Apa dengan Bulan Rejab?


الحمد الله رب العالمين والصلاة والسلام على نبيه الأنبياء والمرسلين،والهادي إلى صراط المستقيم، وعلى آله المكرمين وصحبة الكريم،  ومن تبعهم بإحسن إلى يوم الدين

  • Bulan ke 7 dalam kalendar Islam
  • Isra' Mi'raj 
  • Hijrah pertama hijrah ke Habsyah
  • Perang Tabuk bersama 30 ribu tentera Muslim
  • Pembebasan Baitul Maqdis 
  • -dibuka oleh Saidina Umar al Khattab
    - setelah 500 diduduki Muslim diserang tentera Salib dan dikuasai selama 60 tahun.
    - Salahuddin al Ayubi membebaskan pada hari Jumaat 27 Rejab 583 Hijriah
    - Pada 1967 bersamaan 1387 umat Yahudi merampas tanah itu dan menamakan tanah itu sebagai tanah mereka
  • Lahirnya  Imam Syafie
  • Lahirnya Sultan Muhammad al-Fateh( 27 Rejab 835H )
  • Juga bulan kelahiranku( 27 Rejab 1410H )=)

Moga GAZA dan PALESTIN dapat dibebaskan semula pada bulan mulian Rejab ini.. Amin..

Wednesday, June 16, 2010

Niqob(Tuntutan atau Ikutan?)




الحمد الله رب العالمين والصلاة والسلام على نبيه الأنبياء والمرسلين،والهادي إلى صراط المستقيم، وعلى آله المكرمين وصحبة الكريم، ومن تبعهم بإحسن إلى يوم الدين

Al-Quran diturunkan kepada manusia adalah untuk memberi HIDAYAH @ PETUNJUK jalan yang lurus, oleh yang demikian orang yang betul-betul memahami hidayah tidak akan melulu dalam menilai syariat.

Begitulah juga bila kita berbincang soal pakai purdah ataupun tidak, maka penilaian kita mestilah tidak melencong daripada petunjuk Al-Quran supaya kita terhindar daripada membuat keputusan berasaskan nafsu semata-mata.

Perkara utama sekali suka saya nak ingatkan kepada para pembaca agar kita dapat berlapang dada dengan percanggahan dan perselisihan pendapat di antara ulamak kerana mereka semuanya berhujjah dengan menggunakan nas Al-Quran dan Hadis. Pendek kata saya berpendapat “ulamak ni betul dan ulamak tu pun tak salah”. Yang pentingnya kita dapat berlapang dada dengan semua pendapat ulamak selagi mana ianya tidak bercanggah dengan petunjuk yang sebenar. Kesannya kita tidak akan mudah serong terhadap mereka dan sentiasa berhusnu zon kerana para ulamak kerana mereka bukanlah maksum seumpama nabi, sudah tentu mereka tidak akan lari dari membuat kesilapan seperti kita.

Di sini saya sharekan sedikit huraian yang telah dihuraikan oleh Professor Dr. Yusof Al-Qaradhawi:

Ulama ada berpendapat wajib dan ada juga yang berpendapat harus. Kadangkala ketidakmampuan kita menguasai Al quran dan As sunah terpaksa merujuk kepada tulisan ulama'. Maka ada yang berpendapat wajib dan juga harus. Penilaian kita selaku golongan muttabi', iaitu golongan yang mengikut dalil, bukan individu tertentu seperti muqallid.

Ada dua pendapat; pertama menyatakan bahawa purdah ini adalah satu rekaan yang dimasukkan ke dalam Islam. Bagi mereka purdah ini adalah bid'ah, iaitu setiap perkara yang tidak datang dari ALLAH dan Rasul SAW. Berlawanan dengan pendapat kedua iaitu ada yang mengatakan sesungguhnya purdah adalah dari Islam sendiri. Menutup muka adalah kewajipan agama yang tidak harus dianggap sambil lewa. Jangan kita musykil, saya akan terus perbahaskan benda furuk ini. Yang penting, metodologi kita bersumberkan Al Quran dan As Sunah. Mengimbangi antara nas yang cabang dan maqasid kulli, tujuan syarak yang menyeluruh. Kita harus berfikiran lapang dalam menerima dan melihat dalil setiap ulama'. Ulama secara asas, berpendapat masalah ini merupakan masalah KHILAFIAH, menimbulkan keraguan dan pertikaian yang tidak mempunyai nas yang tepat. Ulama' berselisih dari zaman silam hingga ke hari ini. 


Asal masalah adalah dari Firman ALLAH yang bermaksud
" Dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya" Surah An Nur.
 
Diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud, yang dikatakan dengan perkataan 'ma zahara minha' ialah pakaian dan tudung.
Sebelum itu, jilbab menurut bahasa arab ada 3 pengertian:
1. baju yang menutup seluruh tubuh.
2. pakaian perempuan bahagian luar jika dipakai 2 lapis.
3. tudung yang dipakai oleh perempuan. (lihat mu'jam asasi arab)
 
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas menafsirkan 'ma zahara minha' dengan makna celak dan cincin. Ibnu Abbas juga mengatakan bahawa bahagian muka dan tapak tangan. Begitu juga dengan riwayat Aisyah dan Anas b Malik berpendapat begitu. Mereka juga berselisih dengan pendapat apa yang dikehendaki 'melabuhkan pakaian' sebagaimana dalam surah ahzab ayat 59. Apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas adalah berlawanan berkenaan dengan penafsiran ayat 'ma zahara minha' tadi. Beliau menafsirkan bahawa maksud melabuhkan pakaian adalah dengan praktikal, iaitu menutup muka dan kepala dan mendedahkan mata kiri! Ikrimah menyanggah pendapat ini. Beliau menyatakan maksud adalah menutup bahagian lekuk dibahagian atas dada, tempat dimana rantai dipakai dengan tudungnya dan melabuhkan sehingga menutup bahagian lekuk tersebut. Said b Jubair menyatakan tidak harus bagi wanita Islam dilihat oleh lelaki asing melainkan ia memakai tudung kepala yang disertai dengan kain penutup muka, purdah.

Antara ulama' yang bersependapat muka dan tangan bukan aurat dan tidak wajib menutupnya adalah Dr, Yusuf Qhardawi, Syeikh Nasirudin Al Bani, kebanyakan ulama di Universiti Al Azhar dan ulama' kebanyakan tempat. Ulama Arab saudi dan sebahagian negara teluk tidak sependapat dengan pendapat di atas (wajib menutup muka) antaranya Syeikh Abd Aziz b Baaz. Juga ulama dari Pakistan yang terkenal, Ustaz Abu Al A'la Al Maududi serta Prof Dr, Muhamad Said Ramadhan Al Buuti. Jg terdapat risalah yang dan fatwa dikeluarkan dari masa ke semasa yang menentang dan menyebut keaiban mendedahkan muka. Mereka menyeru memakai purdah dengan nama iman dan agama. Maka apabila seseorang perempuan mengambil pendapat ini, serta mewajibkan dikalangan mereka menutup muka, maka bagaimana kita mahukan wajib beramal dengan pendapat lain yang dianggap silap (tidak wajib menutup muka) sedangkan kita mengetahui perkara ini merupakan khilafiah. Mereka menghukum golongan yang tidak beramal dengan pendapat lain sebagai berdosa dan fasik sedangkan ia adalah perkara furuk! Menjadi kewajipan kita adalah bersikap berhati-hati dalam perkara agama dan apakah elok jika seseorang mempertikaikan pendapat lain sedangkan ia bukannya perkara usul. Lainlah jika seseorang tidak memakai tudung, itulah yang sepatutnya ditentang!

Tiada ulama mengatakan memakai purdah adalah haram, maka harus seseorang memakainya tanpa ada prasangka buruk ke atas individu tersebut. Menjadi hak seseorang untuk memakai purdah atau sebaliknya. Memakai purdah tidak melanggar kewajipan dan tidak memudaratkan orang lain. Adakah kita menyebut kesalahan mereka yang memakai purdah sedangkan terdapat sekeliling kita yang tidak menutup aurat? Sedangkan kita mengetahui bahawa menampakkan tubuh badan, tidak menutup selain muka dan tapak tangan adalah pengharaman secara ijmak menurut syariat.

Adakah purdah wajib?

Perselisihan ini memang tidak dinafikan wujud. Kadangkala bersikap syadid dalam perkara agama menjadi keruncingan perselisihan. Tetapi secara mudah, kenapa kita mempertikaikan orang yang memakai purdah, kita mengata sedangkan ia adalah khilafiah dan hak individu, maka mungkin kita mendapat dosa. Tetapi jika kita menegur orang tidak memakai tudung, ia adalah perkara disepakati dan usul, mungkin kita mendapat pahala dengan menegur. Jumhur Mazhab dan ulama' bersependapat aurat adalah keseluruhan badan kecuali muka dan tangan. Kedua perkara ini adalah bukan aurat. Ibnu Marzuk berpendapat bagi mereka yang cantik dan boleh menimbulkan syahwat, sunat menutup muka. Ini bersandarkan perselisihan sama ada wajib wanita menutup atau wajib lelaki menutup penglihatan, menghindarinya. Kesimpulan, jumhur mengatakan aurat wanita adalah seluruh badan kecuali muka dan tapak tangan. 
Dalil : Surah An Nur ayat 30 dan 31.

:Hadis Rasul SAW yang bermaksud " Tidak harus bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhirat melainkan bahagian ini,sambil Rasul SAW memegang bahagian tengah lengan ( had aurat dalam hadis ini menunjukkan dari tengah lengan tangan hingga jari bukannya dari pergelangan tangan).: Dalil yang menyuruh menutup belahan leher bukan menutup muka.

Surah An Nur ayat 31. : Dalil perintah supaya lelaki menyekat pandangan mata An Nur ayat 114. dan beberapa hadis yang berkaitan dengan tidak wajib menutup muka.

Dalil mereka yang mengatakan purdah adalah wajib.
1. Surah Al Ahzab ayat 59 berkaitan ayat jilbab.
2. Tafsir Ibnu Mas'ud berkenaan firman Allah dalam surah An Nur 31. Yang menyatakan wajib.
3. Surah Al Ahzab ayat 53 berkaitan belakang tabir. Termasuk bagi mereka memakai purdah.
4. Hadis Aisyah yang mengatakan melabuhkan tudung hingga menutup muka.
5. Saddu Zaraii'ah. Menyekat jalan yang mengundang dosa.
6. Uruf sesuatu tempat. Wajib bagi mereka menutup aurat.

Secara akhirnya, jumhur ulama' yang menyatakan menutup muka bukan wajib adalah diterima namun disana tidak memperkecilkan golongan yang mewajibkan memakai purdah.
Namun ada beberapa perkara penting yang perlu diingat:
1. Mendedahkan muka tidak semestinya seseorang wanita memenuhinya dengan make up atau berbedak-bedak.
2. Pendapat tidak wajib tidak semestinya purdah tidak harus. Sesiapa yang ingin berpurdah, tidak menjadi kesalahan bahkan digalakkan apabila ia adalah cantik dan boleh menimbulkan fitnah.
3. Antara menutup dan harus melihat bukan seiringan. Pandangan pertama sahaja yang diharuskan sekali pintas. Tidak ada pandangan kedua dan seterusnya.

Kesimpulannya, Islam adalah agama yang mudah dan tidak menyusahkan. Hukum mendedahkan dan menutup muka adalah perkara khilafiah. Perkara khilafiah tidak boleh diperbesarkan dengan golongan pertama menyalahkan yang kedua dan sebaliknya. Tidak salah seseorang wanita ingin mendedahkan mukanya dan dan begitu juga menutupnya. Tetapi menjadi kesalahan golongan yang berpurdah menyalahkan golongan yang bertudung tidak berpurdah dan sebaliknya dengan alasan 'tidak boleh masuk dengan masyarakat'. Menjadi titik penting dan benda yang sangat perlu difahami oleh seluruh masyarakat agar tidak memperlekehkan sesebuah golongan yang lain. Lebih menjadi kesalahan apabila golongan yang berpurdah memaksa golongan bertudung tidak berpurdah supaya berpurdah. Dan lebih menjadi kesalahan dan amat malang sekali, apabila sesetengah pihak memaksa golongan berpurdah supaya menanggalkan purdah dengan alasan memudahkan urusan, menyesuaikan dengan suasana dan lain lagi. Memaksa dan meminggirkan golongan yang berpurdah oleh golongan yang bertudung tidak berpurdah dan sebaliknya adalah dua perkara yang tidak sepatutnya berlaku.

Bahkan memaksa golongan yang berpurdah menanggalkan purdah terpengaruh dengan fahaman sekular! Kenapa tidak dipaksa golongan yang tidak menutup aurat, adakah mereka ada kebebasan individu? Golongan berpurdah dan menutup aurat tidak ada kebebasan? Dimana timbangan keadilan? Secara rawak, mereka yang mengatakan aurat tidak wajib adalah menyimpang dari perbahasan usul sedangkan purdah sudah khilaf, inikan pula benda yang sudah menjadi nas syar'i di dalam Al Quran dan As Sunah hendak diperlekehkan dan dipermainkan. Adakah kita menyokong golongan ini!

Sedikit ulasan


Ada satu kata-kata iaitu “hasanaatul abrar, sayyia’tul muqorrobin”(baik pada orang awam, buruk pada orang alim)

Maksudnya perbahasan di atas menunjukkan macam mana cara orang berilmu dan orang tidak berilmu menilai syariat. Apa yang penting ianya tidak menyimpang daripada apa yang telah digariskan oleh islam.

Hakikat sebenar yang saya boleh simpulkan tentang mana yang lebih baik antara berpurdah ataupun tidak adalah berdasarkan waqi’(suasana@keadaan) persekitaran@diri seseorang wanita dan mungkinlah wanita itu sendiri tahu sama ada perlu ataupun tidak untuk dia pakai purdah sekiranya dia menilai dirinya dengan islam. Kalau lah wanita ini terlalu cun dan cantik sehinggakan majority lelaki yang melihat wajahnya menyebabkan naik syahwat maka inilah yang dikatakan fitnah. Bagi saya wanita jenis macam ni memang PATUT pakai purdah untuk menjaga maslahat umum.

Sebagaimana yang berlaku di yaman tempat saya belajar. Saya boleh katakan majority wanita kat sini cantik dengan kulitnya, wajahnya, seksinya dan sebagainya. Maka sebab itulah mereka semuanya pakai purdah dan amat susah untuk kita jumpa wanita yang tidak berpurdah kat sini. Kalau seandainya mereka tidak mengenakan purdah sudah tentu kebanyakan lelaki yang ada di situ tertarik(berzina mata) bahkan lebih teruk lagi ada yang sampai tahap pening kepala apabila melihat wajah wanita yaman. Masalah ini banyak terkena kepada pelajar Malaysia yang belajar di sini termasuklah saya. Bagi kami di sini sangat bersyukur apabila wanita yaman memakai purdah, bahkan kadang-kadang pakai purdah pun nampak seksi jugak. Mata mereka sudah cukup mencairkan jiwa lelaki yang melihat. Inilah yang dikatakan kadang-kadang waqi’(keadaan) menjadi penentu wajib@tidak wajib bagi wanita untuk berpurdah.
Adapun suasana dan keadaan di Malaysia pada saya tidaklah seperti yaman. Kalau ada pun mungkinlah bagi orang-orang yang tertentu sahaja seperti wanita yang terlalu cantik dan sebagainya. Bagi saya pakai jubah dan tudung labuh pun dan memadai sebenarnya tapi kalau pakai purdah adalah lebih baik dan selamat.

Suka saya nak tekankan di sini sebenarnya perbincangan ini adalah khilafiah dan furu’iyyah sahaja bukan bermaksud untuk memperlekehkan, Cuma terkadang ramai umat islam lebih memberatkan soal furu’ berbanding usul yang jelas diharamkan oleh islam. Betapa ramainya umat islam di Malaysia murtad, syirik, mendedahkan aurat, minum arak, berzina, sumbang mahram dan sebagainya menjadi kerisauan dan kebimbangan kepada kita semua. Inilah yang dikatakan benda usul yang sepatutnya kita tentang habis-habisan dengan pelbagai cara dan kaedah. Kita kena faham betul-betul bahawa benda furu’ ni dari sudut hukumnya kalau buat pun tak pe (SUNAT) tak buat buat pun tak pe (TAK BERDOSA) tapi kalau benda usul seperti yang saya sebutkan tadi hukumnya kalau buat TETAP BERDOSA tinggal DAPAT PAHALA.

Bab kata pepatah: “tiada maaf bagimu”(berlapang dada pada benda dosa)

 ~Moga purdah menjadi pakaianku~

Tuesday, June 15, 2010

Aku Malu




الحمد الله رب العالمين والصلاة والسلام على نبيه الأنبياء والمرسلين،والهادي إلى صراط المستقيم، وعلى آله المكرمين وصحبة الكريم، ومن تبعهم بإحسن إلى يوم الدين

~Jika kamu tidak malu, maka buatlah apa sahaja~

Rasa malu yg seharusnya asa pd setiap wanita..
Rasa malu yg seharusnya menjadi benteng maruah kita..
Rasa malu juga seharusnya menyedarkan kita SIAPA DIRI KTA?

Takutlah wahai diriku dan dirimu yg bergelar wanita..
Sesunggunhnya engkau umpama bunga yg mungkin baru b'putik menunjukkan warna..
Mungkin sahaja dirimu tdk sedar..
Engkau tdk b'sendirian ..sebenarnya engkau diperhatikan..
Dek kumbang yg b'pergian..M'cari tempat persinggahan..
Lebih ku khuatiri..Dirimu dihampiri..
Engkau kemudian lupa..
Membina bentengmu yakni rasa 'malu' dengan kumbang yg menghampirimu..
 Juga ku khuatir..pabila dirimu dihampiri..
Kau semakin lupa diri..
Membiar dirimu disinggahi..
Wahai diriku dan dirimu..
Sedarlah dirimu dalam pengawasanNYA..
Engkau bkn Khadijah wanita mulia, bkn juga Aisyah Humaira' yg setia..
Apatah lagi Rabiatul Adawiyah wanita sufi..
Engkau insan biasa..
Umpama bunga..Mudah sahaja dipetik kelopaknya..
Seandainya tak dipagari rasa malu..kan mudah layu..
Wahai ukhtiku..
Aku malu pada diriku, pada dirimu..
Ya ALLAH aku juga rasa malu padaMU..
Malu kerana aku lupa untuk malu..
Malu seharusnya hanya padaMU..
Maka, wahai diriku dan dirimu..
tutuplah dirimu dengan pakaian malumu..
Bentenglah dirimu dengan rasa malu..
Takutlah kepada ALLAH!
Sungguh, kebanyakkan 'kayu api' di neraka adalah golongan kita..
Inilah peringatan buat diriku dan dirimu..

'Ya ALLAH!Peliharalah aku..Jgn KAU menghukum aku apabila aku tdk melakukan apa yg ku seru..Sungguh ENGKAU Maha Mengetahui akan apa yg ku usahakan sekarang..Sesengguhnya ENGKAU mengetahui betapa aku berusaha beramal seiring dengan ucapanku..KAU menjadi saksiku!Ampuni aku ya RABB,ampuni aku ya RAHMAN, ampuni aku ya RAHIM..Amin ya RABBAL'alamin.. '  

Sunday, June 6, 2010

Agenda Yahudi Menakluki Dunia


الحمد الله رب العالمين والصلاة والسلام على نبيه الأنبياء والمرسلين،والهادي إلى صراط المستقيم، وعلى آله المكرمين وصحبة الكريم، ومن تبعهم بإحسن إلى يوم الدين

Alhamdulillah dapat juga ana m'habiskan buku ni..disebabkan fakta2 dlm buku agak berat..ana m'gambil masa yg agak lama utk m'khatam buku ni..padahal mse book fair hari tu dah ana beli=) 

Buku ini mengupas tentang perancangan sulit bangsa Yahudi dlm merealisasikan agenda menakluk dunia.Yahudi laknatullah ni b'cita2 menubuhkan sebuah kerajaan yahudi yg mmerintah seluruh pelusuk negara.Keterlibatan yahudi laknatullah turut dilihat dlm beberapa siri peristiwa besar yg terjadi hari ini.

Antara isu menarik yg dibincangkan,sejarah banga Yahudi laknatullah, pengaruh yahudi laknatullah di Amerika Syarikat, bberapa peristiwa yg b'kait rapat dgn yahudi laknatullah..Dalam buku ni turut dimuatkn 24 protokol(keputusan mesyuarat) yahudi laknatullah yg m'jadi panduan utk tindakan bangsa tersebut dlm rangka mnubuhkan sebuah' kerajaan yahudi antarabangsa' yg  mmerintah bumi..nauzubillah

~Ya ALLAH hancurkan rancangan2 mereka dan berikanlah kemenangan kpd tentera2 ISLAM~

 Oleh itu, sama2 kita terus m'girimkan doa kpd saudara2 kita di Palestin dan terus M'BOIKOT barang2  Israel laknatullah!jgn hanya memilih pd waktu2 t'tentu shja..kerana Israel tak pernah b'henti membunuh saudara2 kita di Palestin..Jgn hanya melaungkan slogan 'HANCUR ISRAEL'
tapi masih  bangga mengunakan brg2 mereka..renung2kan=)




Footnote:seorang sahabat ana pernah kata, cuba kita bayangkan bila kita makan mknn dr Israel seolah2 kita mengunyah daging saudara2 kita di Palestin dan bila kita minum bayangkan kita meminum darah saudara kita di Palestin..wALLAHu'lam


Saturday, June 5, 2010

Sukarkah Menjadi Srikandi?

الحمد الله رب العالمين والصلاة والسلام على نبيه الأنبياء والمرسلين،والهادي إلى صراط المستقيم، وعلى آله المكرمين وصحبة الكريم، ومن تبعهم بإحسن إلى يوم الدين


Pada sang bintang yang bertaburan di langit, semoga cahaya kalian di hujung sana memberi inspirasi untukku terus berfikir dan merasai kehadiran kalian di dalam hati. Indah yang hanya sesekali menerpa kalungan fikiran, bisa menenteramkan pelupuk emosi yang terkadang menemani rembesan air mata hamba dhoif ini.

Pada sang rembulan yang menyinar di hujung sana, terkadang senyum dan kilas cahayamu memberikan tautan indah di hatiku. Saat hati di rundung pilu, segar membugar emosi pada sinar kelam yang diterjemahkan oleh sang awan. Tuhan mencipta untuk di fikirkan. Mahu mengambil 'ibrah si bulan itu, dasarnya berkawah dan penuh debu namun sinarannya mendamaikan bahkan menambat hati yang memandangkan, menyejukkan pandangan, meredakan gelora emosi. Indah yang bukan pada zahirnya tetapi indah pada cahayanya! Subhanallah, moga terus diusahakan diri ke arah Mu, demi cinta Mu.

(Monologku tentang Bulan Bintang sejak akhir-akhir selalu saja menghiasi fikiran lalu diterjemahkan dalam Monolog Sepi yang terkadang kelihatan 'mengada-ngada'. Biar, mahu ku terjemahkan dengan kalam agar suatu hari nanti Bulan Bintang akan merasai apa yang dirasai.)



Malumu mahkota yang tidak perlukan singgahsana
Tetapi ia berkuasa menjaga diri dan nama
Wahai puteriku sayang, kau bunga terpelihara
Mahligai syurga itulah tempatnya...

Bulan... Cahayamu indah! Indah lagi wajah Penciptamu, moga keresahan jiwa yang terpujuk dengan cahayamu akan terhapus tatkala memandang wajah Penciptamu. Apa aku mampu memandang wajah indah Penciptamu, Pencipta kita?

Hate To Cry!

Air mata tumpah. Tumpah untuk meredakan pelupuk emosi yang terkadang menendang iman, jatuh dan tersungkur lumrah kehidupan. Harus segera bangkit. Kita sendiri yang mesti membantu diri kita. Kita sendiri yang perlu bangun dan kembali berjalan, terus menjahit baju yang terkoyak walau dengan jari yang masih berdarah. Hidup satu medan ujian.

Namun, hati ditebak oleh si ayah yang selalu menjadi punca hati ini menangis... Memandang wajah abi saja bisa buat air mata ana rembes begitu saja. Akhirnya, tangisan itu terzahir juga di hadapan abi. Bukan tiada usaha untuk mengagahkan hati namun tewas dengan kasih sayang abi, isakan tangis dihentikan sejurus merasa abi turut menahan genangan air matanya.

"Maafkan Syirah..."

Lirihku perlahan.

Ana harus kuat.
Ana mesti tabah.

Pada lewat renungan jendela di luar, mengirim salam rindu pada bulan yang tiada... Bintang, hebahkan salamku buat bulan di sana (",)

"Ustaz, berikan ana satu nasihat."

"Nasihat tentang apa? Ana rasakan motivasi ukhti jauh lebih tinggi berbanding ana."

Kerana di hati, memandang tinggi dengan sahabat maka ku jaga adab. Sangat menjaga. Kalau orang lain, sudah muntah bicara "Hak seorang sahabat apabila diminta nasihat, maka kena bagi nasihat." Ana masih suka memeningkan sahabiyah, kadang ana suka bila mereka rasa nak ketuk kepala ana dengan hammer. Ana masih geli hati apabila mereka nak cekik dan sekeh ana sepuas hati. Ana rasa macam nak terguling-guling setiap kali mereka cakap nak gigit dan telan ana hidup-hidup. Ana suka! Bila hidup mereka kucar kacir, ana rasa berjaya buat mereka ribut dengan ana.

"Seseorang itu akan diingati sekiranya dia jadi orang yang PALING baik atau PALING jahat! Kalau setakat biasa-biasa, sekejap je orang lupa." - Cikgu Mohd Akbar, 2001

Ana nak jadi yang PALING nakal, jadi mereka akan mendoakan ana supaya jadi baik, jadi solehah, jadi orang yang dengar cakap, jadi orang yang lembut ^_^

Hakikatnya, hak kita selalu dituntut tetapi hak orang lain sukar sekali kita ingat dan tunaikan. Sedarlah Insyirah, kamu bukan siapa-siapa untuk menuntut hak seorang sahabat selagi belum menunaikan hak kamu sebagai seorang sahabat!

"Bagaimana untuk jadi srikandi yang kuat?"

"Nak jadi srikandi contohi semangat pada Salahuddin Al-Ayubi. Jangan jadi macam sesetengah yang mengaku pejuang agama tetapi hanya ambil pada semangat. Lupa pada punca istiqamahnya iaitu ketaqwaan. Pilihan Salahuddin bukan pada yang hebat di medan perang tetapi yang bangun tahajud di malam hari."

"Subhanallah, dah ramai yang jadi Srikandi Umar dan Srikandi Abu Bakar. Ana mahu jadi Srikandi Salahuddin yang pertama."

"Kalau nak jadi Srikandi Umar bukan ketika berhujah saja tetapi menjadi tikus di malam hari semasa tahajud kemudian menjadi singa di siang hari berdepan dengan manusia. Kalau nak jadi Srikandi Al-Banna kena baca mathurat. Ini tidak, hanya mengambil semangat saja. Katanya pejuang tetapi bila sendirian, solat Subuh pun tidak! Nafsu sendiri pun kalah."

Terdiam. Kekunci ditarikan lagi.

"Ana selalu berfikir kenapa susah sangat, lambat sangat Islam nak menang... Puncanya...."

Tanpa sedar kata-kata itu menerjah lubuk hati.

Benar, sangat benar. Mahu jadi srikandi mahupun mujahid yang mempromosikan Islam, harus mujahadah mengambil ajaran Islam yang sebenarnya. Saat berhujah, berapi dan panas semacam kerana katanya mahu jadi Srikandi Umar, adakah malamnya menikus mengadap Rabb? Umar al-Khattab menikus mengadap Rabb dan menjadi singa di hadapan manusia. Hubungan dengan Allah sangat dijaga, hubungan sesama manusia dipelihara.



Sujudku mendambakan keredhaan Mu,
Hidup matiku hanyalah untuk Mu!

Layakkah aku, seorang Insyirah?

Biarlah jadi Srikandi Insyirah yang sentiasa mujahadah untuk terus menenangkan hati, meredakan pelupuk emosi... Seorang hamba yang sentiasa berhajat kepada Allah tidak pernah menanggalkan rasa dan rindu untuk mengadu pada Allah, Allah segala-galanya. Andai benar hidup hanya untuk Allah, maka mujahadah dan melawan segala bentuk ancaman yang mengintai, mengetuk diri adalah satu bentuk pertarungan yang indah! ^_^

Kalau mahu jadi Srikandi Abu Bakar, maka turutilah kesemua sunnah Rasulullah s.a.w, kerana Saidina Abu Bakar, As-Siddiq itu berusaha keras untuk menuruti setiap sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah sehingga kewafatan Rasulullah, Abu Bakar masih bertanya pada ummul mukminin, Saidatina Aisyah r.a. yang juga puterinya; "Apa lagi sunnah Rasulullah yang belum aku ikuti?" Subhanallah! Kita yang mengaku Srikandi Abu Bakar, mana sunnah yang konsisten diamalkan? Muhasabahlah wahai hati...

Kalau mahu jadi Srikandi Uwais al-Qarni harus bersungguh untuk mentaati ibu selagi mana tidak bercanggah dengan syara'. Mesti berusaha menatang hati seorang ibu walaupun berlawanan dengan kehendak hati kita sebagai seorang anak.

Kalau mahu jadi Srikandi Ali mestilah sentiasa bersangka baik dengan Allah, setiap hajat yang dipohon kiranya tidak dimakbulkan Allah masih tenang dan bersulamkan keyakinan bahawa Allah pasti memberi. Teringat Ramadhan yang lalu, tazkirah yang diberikan berkisarkan tentang Saidina Ali... "Aqidah Saidina Ali ialah 'Allah tidak pernah tidak memberi', bahkan apabila doanya dimakbulkan Allah maka Ali gembira 1x dan sedih 9x kerana apabila Allah tidak memberi itu tandanya Allah menangguhkan pemberian kerana nak beri yang lebih baik." Wallahua'lam.

Kita semua tahu, pengakhiran kehidupan ini adalah kematian, pemutus segala nikmat. Kita di sini sebagai pengembara yang menyusuri arus dunia... Selangkah tersasar boleh sesat beribu langkah. Mujahadahlah! Biar husnul khatimah memeluk erat roh yang terpisah dari jasad, kerana pertunangan dengan kematian itu satu kepastian. Kelangsungan tarikhnya satu misteri yang tidak mampu kita rungkaikan, ia rahsia Allah. Bersiaplah... Mujahadahlah Insyirah!

"Yela 'tunang' ukhti tu tahu menyentap saja..."

Ana seronok dan sangat bahagia setiap kali mereka mengingatkan ana tentang 'tunang' ana. Subhanallah, mesej tersebut memberi kesan juga pada yang membaca.

"Insya Allah, 'tunang' yang itu memang pasti, tak boleh putuskan ikatan. Akan 'berkahwin' cuma tarikh belum tetap lagi."

Hati hiba mengenangkan
Dosa-dosa yang ku lakukan
Kerna hilang dari jalan
Menuju redha Mu ya Tuhan

Terima kasih pada yang menyampaikan salam buat debu-debu...
Terima kasih pada abang yang menunaikan hasrat untuk makan coklat kurma (",)

"Nasib baik salam tu 'kum' (buat semua) kalau 'ka' (buat kamu), mati ana!"

Puas nak sampaikan salam pada semua debu kalau setiap debu nak disampaikan salam, entah trilion debu pada satu-satu masa.

Wallahua'lam.

Copied from:HERE

Mithaqan Qholizo:)

بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم  AlhamduliLLAH thumma alhamduliLLAH 30 JamadilAwwal 1436H | 21 Mac...